Pentingnya Peningkatan Kesadaran Siswa MTSN 4 Kota Padang Terkait Etima Pancasila Melalui Sosialisasi Mencegah Tauran Antar Pelajar
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena tawuran antar pelajar di Kota Padang, yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tawuran antar pelajar tidak hanya berdampak pada keselamatan individu, tetapi juga menciptakan keresahan sosial di masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Data dikumpulkan dari siswa, guru, orang tua, dan pihak kepolisian untuk memahami faktor penyebab tawuran, seperti pengaruh lingkungan, peran kelompok sebaya, serta lemahnya pengawasan dari keluarga dan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama pemicu tawuran adalah konflik antar kelompok sekolah, adanya budaya kekerasan yang diwariskan, serta kurangnya edukasi tentang pengelolaan emosi dan resolusi konflik. Penelitian ini merekomendasikan program pencegahan yang melibatkan pendidikan karakter, peningkatan pengawasan di lingkungan sekolah, serta kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah. Dengan upaya kolektif, diharapkan insiden tawuran antar pelajar dapat diminimalisasi, menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan kondusif.
References
Agustina, S. (2019). Dinamika Tawuran Pelajar di Indonesia: Analisis Sosiologis. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(2), 123-132.
Kementerian Agama RI. (2023). Laporan Tahunan Pendidikan Madrasah Kota Padang. Padang: Kementerian Agama Kota Padang.
Suparman, E. (2020). Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Pencegahan Perilaku Tawuran. Jurnal Psikologi Remaja, 8(1), 56-67.
Yusuf, M. (2021). Strategi Sekolah dalam Mengatasi Tawuran Pelajar. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 14(3), 98-105.
Copyright (c) 2025 Elwidarifa Marwenny, Sri Wahyuni, Helfira Citra, Syahril Syahril, Nino Sri Purnama Yanti, Abdul Aziz, Mira Norsafira, Rony Wahyudi, Nabila Maliza, Arini Maya Fauni, Muhammad Maya Firmansyah, Najwa Zuhuriati Fauziat, Elza Elza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under an Attribution 4.0 International (CC BY 4.0) that allows others to share — copy and redistribute the material in any medium or format and adapt — remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
















