Perbedaan Underpricing dan Volatilitas Harga Saham Perusahaan yang IPO Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 di Bursa Efek Indonesia

Main Article Content

Cicilia Erna Susilawati
Yolanda Natalia Christine
Cyrillius Martono

Abstract

The Covid-19 pandemic has affected many aspects, including the capital market. In 2020, during the COVID-19 pandemic, there were 51 companies conducting IPOs. This shows that the company's interest in obtaining funding sources through the stock exchange is still high. This study aims to analyze investor reactions to the IPO before the Covid-19 pandemic. The analysis was carried out by examining the differences in underpricing and stock price volatility in companies conducting IPOs before and during the Covid-19 pandemic. The number of samples of companies that conducted IPOs in 2019 was 55 companies and in 2020 there were 51 companies. The Mann-Whitney T-Test technique was used to determine the difference between underpricing and the Independent Sample T-Test, to determine the difference in trading volatility. The results show that there are differences in underpricing of companies that IPO before and during the Covid-19 pandemic, but the volatility of stock trading is no different.


ABSTRAK


Pandemi Covid-19 merupakan peristiwa yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pasar modal. Tahun 2020, saat pandemi covid 19 sedang terjadi, terdapat 51 perusahaan yang melakukan IPO. Hal ini menunjukkan bahwa minat perusahaan untuk mendapatkan sumber pendanaan melalui bursa saham cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reaksi investor terhadap peristiwa IPO sebelum selama pandemi Covid-19.Analisis dilakukan dengan menguji perbedaan underpricing dan volatilitas perdagangan saham pada perusahaan yang melakukan IPO sebelum dan selama pandemi Covid-19.Jumlah  sampel perusahaan yang melakukan IPO periode 2019 sebanyak 55 perusahaan dan periode 2020 sejumlah 51 perusahaan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan teknik uji Mann-Whitney T-Testuntuk perbedaan underpricingdan Independent Sample T-Test, untuk menguji perbedaan volatilitas perdagangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan underpricing pada perusahaan yang IPO sebelum dan selama Pandemi Covid-19, akan tetapi volatilitas perdagangan sahamnya tidak berbeda.

Article Details

Section
Articles

References

Anon. 2005. “Muniya Alteza.” Pengaruh Likuiditas Terhadap Underpricing Saham Perdana 3.
Baron, David P. 1982. “A Model of the Demand for Investment Banking Advising and Distribution Services for New Issues.” The Journal of Finance Vol. 37(No. 4):955–76.
Beatty, Randolph P. 1989. “Pricing.” Auditor Reputation and the Pricing of Initial Public Offerings 64(4):693–709.
Hugida, Lydianita. 2011. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volatilitas Harga SAHAM.” 3(2):152–71.
Hutauruk, Martinus Robert. 2021. “Dampak Sebelum Dan Sesudah Pandemi COVID-19 Terhadap Harga Saham LQ45 Di Bursa Efek Indonesia.” Jurnal Riset Akuntansi Dan Keuangan 9(2):241–52.
Jannah, Raudhatul and Musfiari Haridhi. 2016. “Pengaruh Kebijakan Dividen, Earning Volatility, Dan Leverage Terhadap Volatilitas Harga Saham Pada Perusahaan Non-Financing Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2014.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi 1(1):133–48.
Kartika, Andi. 2010. “Di Indonesia Dan Malaysia.” Aset 12(1):17–26.
Kharisma, Dewi. 2020. “Apa Itu Koreksi Dan Apa Pengaruhnya Terhadap Investasi Kamu?” Pluang.Com.
Khurniaji, Andreas Widhi and Surya Raharja. 2013. “Hubungan Kebijakan Dividen (Dividend Payout Ratio Dan Dividend Yield) Terhadap Volatilitas Harga Saham Di Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.” Diponegoro Journal of Accounting 0(0):113–22.
Kristiantari, I. Dewa Ayu. 2013. “Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Saham Pada Saat Penawaran Perdana Di Bursa Efek Indonesia.” Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika 53(9):1689–99.
Kurniawan, Benny. 2006. “Analisis Pengaruh Variabel Keuangan Dan Non Keuangan Terhadap Initial Return Dan Return 7 Hari Setelah Initial Public Offering (IPO) (Studi Empiris : Di Perusahaan Non Keuangan Yang Listing Di BEJ Periode 2002-2006).” Tesis Magister Manajemen UNDIP Yang Dipublikasikan.
Prasetyo, Herry. 2019. “Manfaatkan Peluang Koreksi Pasar, Investor Bisa Mencicil Beli Saham.” Insight.Kontan.Co.Id.
Rianty N, Martha and Dwi Riana. 2020. “Pengaruh Variabel Keuangan Dan Non Keuangan Terhadap Underpricing Pada Perusahaan Yang Melakukan Initial Public Offering (IPO) Di Bursa Efek Indonesia.” Akuntansi Dan Manajemen 15(1):42–54.
Utami, Dhiany Nadya. 2020. “BEI Ungkap Alasan Minat IPO Masih Tinggi Di Tengah Pandemi.” Market.Bisnis.Com.
Widhawati, Indira Rully and L. Yunia Panjaitan. 2013. “Analisis Perbedaan Fenomena Short-Term Undeprricing Dan Long-Term Underperformance Pada Saham Perusahaan BUMN Dan BUMS Yang Melakukan IPO Di BEI Tahun 2000-2010.” Manajemen Atma (1):66–81.
Wong, Edward Sek, Ricky Wong WB, and Lee Sue Ting. 2017. “Initial Public Offering (IPO) Underpricing in Malaysian Settings.” Journal of Economic & Financial Studies 5(02):14.