Peningkatan Digital Image Processing Dalam Mendeskripsikan Tumbuhan Jamur Dengan Segmentasi Warna, Deteksi Tepi Dan Kontur

  • Sofika Enggari Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang, Jl Lubuk Begalung Padang
  • Agung Ramadhanu Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang, Jl Lubuk Begalung Padang
  • Hari Marfalino Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang, Jl Lubuk Begalung Padang
Keywords: jamur, Image Processing,, BPNN

Abstract

Jamur merupakan tumbuhan yang dapat dikonsumsi oleh manusia sebagai makanan. Jamur seperti tubuh buah yang tampak di permukaan media tumbuh dari sekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti payung. Beberapa jamur aman dimakan manusia bahkan beberapa jamur dianggap sebagai obat dan ada beberapa yang lain beracun. Sampai pada saat ini masih ada kita dengar berita mengenai keracunan makanan dari jamur ini. Sehingga ada beberapa kejadian yang berakibat fatal yaitu berupa kematian. Untuk mengurangi atau menghilangkan keracunan dari makanan jamur ini peneliti mencoba melakukan penelitian terhadap jamur ini dengan memberikan solusi berupa digital image processing dalam mendeskripsikan tumbuhan jamur dengan segmentasi warna, deteksi tepi dan kontur, terhadap jamur yang boleh dikonsumsi dan yang tidak dikomsumsi melalui proses penerepan BPNN (Back Propagation Neural Network). Metode jaringan saraf tiruan ini terbukti mampu merepresentasikan input dari contoh-contoh citra yang diberikan sehingga dapat melatih jaringan hingga diperoleh bobot yang diinginkan dengan hasil akurasi sebesar 80%. Sehingga dengan adanya sistem digital image processing ini dapat membantu masyarakat dalam menentukan jamur yang dapat dikonsumsi dan yang tidak dapat dikonsumsi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hawksworth DL (1991). The fungal dimension of biodiversity: magnitude, significance, and conservation. Mycological Research 95: 641–655.

Hawksworth DL (1992). The need for a more effective biological nomenclature for the 21st century. Botanical Journal of the Linnean Society 109: 543–567.

Hawksworth DL (2001). The magnitude of fungal diversity: the 1.5 million species estimate revisited. Mycological Research 105: 1422–1432.

Hawksworth DL (2004a). 'Misidentifications' in fungal DNA sequence databanks. New Phytologist 161: 13–15.

Hawksworth DL (2004b). Biological papers without cited voucher material are so much waste paper. European Science Editing 30: 81–83.

Hawksworth DL, Kirk PM, Sutton BC, Pegler DM (1995). Ainsworth & Bisby’s dictionary of the fungi. 8th edition. CAB International, Wallingford.

Hawksworth DL, Rossman AY (1997). Where are all the undescribed fungi? Phytopathology 87: 888–891.

Tyasrini, E., Winata, T. & Susantina. 2006. Hubungan antara sifat dan metabolit Candida spp. dengan patogenesis kandidiasis. Jurnal Kedokteran Maranatha, Vol. 6, No.1. [Online]. Available from http://majour.maranatha.edu/index.php/jurnal-kedokteran/article/view/86 [Accessed 19 Maret 2014]

Smith LM, et al. (1988) Identification and characterization of mutations affecting sporulation in Saccharomyces cerevisiae. Genetics 120(4):899-907

Ardi Murdoko Sudarmadji dan Lana Sularto, 2007. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, leverage, dan Tipe Kepemilikan Perusahaan Terhadap Luas Voluntary Disclosure Laporan Keuangan Tahunan”, Proceeding PESAT, Volume 2.

Ardiansyah, M. 2012. Medikal Bedah Untuk Mahasiswa. Jogjakarta: Diva Press Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2005. Standar Profesi Fisioterapi di Rumah Sakit Departemen Kesehatan RI. Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis (TB): Jakarta. 2009

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2005. Standar Profesi Fisioterapi di Rumah Sakit

Departemen Kesehatan RI. Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis (TB): Jakarta. 2009

Aminin, A. L. N., D. H. Sinaga dan L. Suyati. 2014. Studi Pendahuluan Pemanfaatan Whey Tahu sebagai Substrat dan Efek Luas Permukaan Elektroda dalam Sistem Mircobial Fuel Cell. Jurnal Sains dan Matematika 22 (2): 30-35.

Cappuccino, J. G. and N. Sherman. 2005. Microbiology: a Laboratory Manual. 7th Ed. Pearson Education, Inc. Publishing as Benjamin Cummings. San Francisco.

CA. Chadhuri, S. K. and D. R. Lovley. 2003. Electricity generation by direct oxidation of glucose in mediatorless microbial fuel cell. Nat Biotechnol 21: 1229-1232.

Castleman K.R. (1996). Digital image processing. Prentice Hall, New Jersey.

Forsyth, D.A., Ponce, J. (2003). Computer vision: A modern approach. Prentice Hall, New Jersey.

Giannakopoulos, T. (2008). Matlab color detection software, Department of Informatics and Telecommunications, University of Athens, Greece. Diambil dari http://www.di.uoa.gr/~tyiannak

Gonzalez, Rafael C., Woods, Richard E. (2001). Digital image processing. Prentice Hall, New Jersey.

Gunanto, S.G. (2009). Segmentasi warna bagian tubuh manusia pada citra 2D. Proceeding SENTIA.

Perales, F. (2002). Human motion analysis & synthesis using computer vision and graphics techniques, State of Art and Applications, Report on Computer Graphics and Vision Group, Department of Computer Science-Universitat deles Illes Balears (UIB), Perancis

Rujikietgumjorn, S. (2008). Segmentation methods for multiple body parts, Project in lieu of Thesis, University of Tennessee, Knoxville.

Published
2022-01-06
How to Cite
Enggari, S., Ramadhanu, A., & Marfalino, H. (2022). Peningkatan Digital Image Processing Dalam Mendeskripsikan Tumbuhan Jamur Dengan Segmentasi Warna, Deteksi Tepi Dan Kontur. Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis - JTEKSIS, 4(1), 70-75. https://doi.org/10.47233/jteksis.v4i1.358