Literasi Keuangan Syariah Bagi Pelajar Di MAN 2 Dan MA Kauman Muhammadiyah Kota Padang Panjang Sumatera Barat

  • Ratnawati Raflis Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Dharma Andalas
  • Khadijah Ath Thahirah Universitas Dharma Andalas
  • Indrayeni Indrayeni Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Dharma Andalas
  • Dedi Fernanda Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Dharma Andalas
  • Enny Arita Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Dharma Andalas
  • Riani Sukma Wijaya Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Dharma Andalas
Keywords: literasi, keuangan syariah, siswa SMA, ekonomi syariah

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi penduduk Muslim terbesar di dunia
memiliki potensi menjadi salah satu pusat keuangan dan ekonomi syariah di tingkat regional
maupun global. Potensi ini harus didukung dengan tingkat kesadaran dan literasi masyarakat
yang tinggi dalam bidang ekonomi dan keuangan syariah. Edukasi terkait ekonomi dan
keuangan syariah telah dilakukan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kemenag dan
Kemendikbud melalui unit kerjanya masing-masing. Namun, edukasi tersbut belum menyentuh
unit yang lebih mendasar seperti keluarga dan individu. Sehingga menurut data yang diperoleh
oleh OJK, literasi keuangan syariah di Indonesia saat ini masih dalam kategori sangat rendah.
Penyebab kondisi literasi keuangan Syariah yang rendah tersebut salah satunya adalah karena
penduduk Muslim Indonesia sebagai mayoritas di Indonesia tidak dapat merasakan secara
langsung dampak positif ekonomi dan keuangan Syariah. Menurut peta jalan literasi ekonomi
dan keuangan syariah KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah), terdapat 8 fase yang
dialami oleh individu dalam materi literasi ekonomi dan keuangan syariah. Fase keempat dalam
materi literasi ekonomi dan keuangan Syariah dimulai sejak usia 16 tahun hingga usia 18 tahun
atau masa pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia. Fase ini adalah
fase mempelajari pengetahuan lanjutan ekonomi dan keuangan Syariah disertai dengan latihan
praktek. Kelompok usia ini diharapkan telah dapat dilatih untuk memiliki kemampuan
mengelola ekonomi dan keuangan secara syariah. Oleh karena itu, kami berharap dapat
menambah pengetahuan dan pemahaman siswa/i level Sekolah Menengah Atas MAN 2 Padang
dan MA Kauman Muhammadiyah Padang Panjang mengenai Keuangan Syariah agar dapat
dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

References

Kemenag. 2013. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 000912 Tahun 2013 tentang Kurikulum Madrasah 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Jakarta. Indonesia.

Komite Nasional Keuangan Syariah. 2019. Strategi Nasional Pengembangan Materi Edukasi untuk Peningkatan Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia. Jakarta. Indonesia.

Mukhibad, H., Ahmad Nurkhin, & Prabowo Yudo Jayanto. 2023. Literasi Keuangan Syariah bagi Siswa Pondok Pesantren As-Salafi di Kota Semarang. Jurnal Implementasi, 3(1), 5-10. Diambil dari https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/ji/article/view/345

Rizaty, Monavia Ayu. “Penduduk Muslim Indonesia Terbesar di Dunia pada 2020”. DataIndonesia.id, https://dataindonesia.id/ragam/detail/populasi-muslim-indonesiaterbesar-i-dunia-pada-2022

Published
2025-06-23
How to Cite
Raflis, R., Thahirah, K., Indrayeni, I., Fernanda, D., Arita, E., & Wijaya, R. (2025). Literasi Keuangan Syariah Bagi Pelajar Di MAN 2 Dan MA Kauman Muhammadiyah Kota Padang Panjang Sumatera Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dharma Andalas, 3(2), 189-199. https://doi.org/10.47233/jpmda.v3i2.1950

Most read articles by the same author(s)