Analisis Perbandingan Nilai Kuat Tekan Beton Terhadap Penggunaan Semen Padang dan Semen Garuda

  • Hazmal Herman Program Studi Teknik Sipil Universitas Dharma Andalas
  • Silvi Liyana Program Studi Teknik Sipil Universitas Dharma Andalas
  • M. Adnan Firmansyah Program Studi Teknik Sipil Universitas Dharma Andalas
Keywords: Kuat Tekan Beton, Perencanaan Campuran Beton, Perbandingan

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang paling umum digunakan pada berbagai proyek infrastruktur modern karena memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kuat tekan yang tinggi, kemudahan dalam pembentukan sesuai kebutuhan desain bangunan, ketahanan terhadap api, serta biaya perawatan yang relatif rendah. Oleh karena itu, mutu beton harus terjamin agar mampu memenuhi persyaratan kekuatan dan ketahanan struktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kuat tekan beton dengan menggunakan dua jenis semen, yaitu Semen Padang dan Semen Garuda. Pengujian dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi pemeriksaan material, perencanaan campuran beton, pembuatan benda uji, pengujian slump, perawatan benda uji, serta pengujian kuat tekan beton menggunakan Compression Testing Machine. Campuran beton untuk 24 sampel terdiri dari 34,32 kg semen, 14,98 kg air, 71,30 kg agregat halus, dan 82,10 kg agregat kasar. Hasil pengujian kuat tekan rata-rata yang dikonversi pada umur 28 hari menunjukkan nilai 342,64 Kg/cm² (K-343) untuk Semen Padang dan 300,37 Kg/cm² (K-300) untuk Semen Garuda. Perbandingan hasil menunjukkan selisih sebesar 12,34%, di mana beton dengan Semen Padang lebih unggul dalam kuat tekan. Hasil ini menunjukkan bahwa pemilihan jenis semen berpengaruh signifikan terhadap mutu beton yang dihasilkan.

References

Atma Jaya University, Yogyakarta. 2018. ”LAPORAN - ANALISA SARINGAN AGREGATKASAR.docx”,https://www.coursehero.com/file/51527818/LAPORAN-ANALISA-SARINGAN-AGREGAT-KASARdocx/

Badan Standarisasi Nasional. 1990. SNI 03-1968-1990 (Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar). Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. 1990. SNI 03-1970-1990 (Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Air Agregat Halus). Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. 1990. SNI 03-1971-1990 (Metode Pengujian Kadar Air Agregat). Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional.1998.SNI03-4804-1998(Pengujian Rongga Udara dalam Agregat). Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. 2000. SNI 03-2834-2000 (Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal). Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. 2002. SNI 03-2847-2002 (Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Gedung). Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. 2004.SNI15-2049-2004 semen jenis porlan(Semen Portland). Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. 2013. SNI 2847:2013. Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional. Badan Standarisasi Nasional. 2019. SNI 2847-2019(Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung Dan Penjelasan). Departemen Pekerjaan Umum,Jakarta

Departemen Pekerjaan Umum. (1971). “Peraturan Beton Indonesia (PBI)”, Dinas Pekerjaan Umum, Bandung.

Departemen Pekerjaan Umum.(2011).Cara Uji Kuat Tekan Beton Dengan Benda Uji Silinder SNI 03-1974-2011. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Direktorat Jenderal Bina Marga Jl. Pattimura 20, Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110. 2021.“kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat direktorat jendral bina marga nspk”,

https://binamarga.pu.go.id/index.php/peraturan/dokumen/sni-astm-c136-2012-metode-uji-untuk-analisis-saringan-agregat-halus-dan-agregat-kasar

Habibi, Tengku. 2017. Kajian Perbandingan Kuat Tekan Beton Terhadap Jenis Pasir Di Yogyakarta. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta.

Hendriyani,I.,Pratiwi,R.,&Aprilianus,Y.2016.Pengaruh JenisAir Pada Perawatan Beton Terhadap Kuat Tekan Beton.Tugas Akhir, JurusanTeknik Sipil, Universitas Balik papan, Balik papan.

McCormac.(2001). Desain Beton Bertulang. Erlangga,Yogyakarta. Mulyono, T., 2003, Teknologi Beton, Andi, Yogyakarta.

Nawy,EdwardG.1998.“Beton Bertulang suatu Pendekatan Dasar.” Bandung : PT RefikaAditam

Pratama, N. A. 2017. Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Dari YogyakartaTerhadap Kuat Tekan Beton. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sipil,Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta.

Prayuda, H., & Pujianto, A. (2018). Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Menggunakan Komparasi Agregat Gamalama, Agregat Merapi Dan Agregat Kali Progo.Jurnal Riset Rekayasa Sipil, 2(1), 1.

Sapura, D. 2017. Penelitian Kuat Tekan Beton Menggunakan Semen Bima, Semen Holcim, Dan Semen Garuda Dengan Nilai Fas 0,40 ; 0,45 Dan 0,50. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Yogyakarta.

Sudibyo. 2012. Pengaruh Variasi Umur Beton Terhadap Nilai Kuat Tekan Beton. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Sipil, Universitas MuhammadiyahYogyakarta, Yogyakarta.

Tjokrodimuljo, K.., 2007, Teknologi Beton, Biro Penerbit Teknik Sipil Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Yogyakarta.

Published
2026-06-30
How to Cite
Herman, H., Liyana, S., & Firmansyah, M. (2026). Analisis Perbandingan Nilai Kuat Tekan Beton Terhadap Penggunaan Semen Padang dan Semen Garuda. JURNAL RIVET, 6(01), 28-34. https://doi.org/10.47233/rivet.v6i01.2750
Section
Articles