ANALISA PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON FC-20,75 DENGAN DIRAWAT (CURING) DAN TIDAK DIRAWAT

  • Doni Rinaldi Basri Universitas Abdurrab
  • Rahmat Tisnawan Universitas Abdurrab
  • Wahyu B Pribadi Universitas Abdurrab
Keywords: mutu beton, kuat tekan beton, curing beton

Abstract

Untuk memahami dan mempelajari seluruh perilaku elemen gabungan pembentuk beton diperlukan pengetahuan tentang karakteristik masing-masing komponen pembentuk beton yaitu semen, agregat halus, agregat kasar dan air. Misalkan Semen A yang memiliki ketahanan yang tinggi terhadap sulfat, sehingga menghasilkan beton yang kuat dan bertekstur lebih halus. Sedangkan untuk Semen B adalah semen yang termasuk dalam kategori Blended Cement atau semen campur. Penelitian ini dilakukan untuk melihat perbandingan kuat tekan beton fc-20,75 dengan 2 (dua) merek semen yang berbeda, dengan metode perawatan (curing) dan tidak dirawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai rata-rata dari hasil kuat tekan beton tersebut sehingga dapat dibandingkan hasil semen manakah yang lebih kuat. Berdasarkan hasil uji tekan didapatkan mutu beton tertinggi untuk Semen A sebesar 22,89 Mpa dan untuk Semen B sebesar 21,76 MPa. Sedangkan untuk beton yang tidak dilakukan perawatan, didapatkan mutu beton tertinggi 19,15 MPa untuk Semen A dan 17,41 MPa untuk Semen B. Artinya pemberian perawatan sangat berpengaruh tinggi dalam meningkatkan mutu kekuatan beton.

Author Biographies

Rahmat Tisnawan, Universitas Abdurrab

Manajemen Rekayasa Konstruksi, Struktur

Wahyu B Pribadi, Universitas Abdurrab

Manajemen Rekayasa Konstruksi, Struktur

References

Anam, M. S., & Trianto, W. (2013). Pengaruh Penggunaan Bone Ash dan Rice Husk Ash Terhadap Sifat Mekanis Pasta Semen. Prosiding Konferensi Nasional Teknik Sipil 7. Universitas Sebelas Maret, (Surakarta, 24-26 Oktober 2013), 71-79.

Angjaya, N., Kumaat, E. J., Wallah, S. E., & Tanudjaja, H. (2013). Perbandingan Kuat Tekan Antara Beton dengan Perawatan pada Elevated Temperature dan Perawatan dengan Cara Perendaman serta Tanpa Perawatan. Jurnal Sipil Statik Universitas Samratulangi, Manado, 1(3), 153-158.

Basri, D. R., Husnah, H., & Agusrianto. (2019). Analisa Perbandingan Dua Merek Semen dengan Kebersihan Material Terhadap Kuat Tekan Beton K-250. Jurnal Rab Construction Research (RACIC) Universitas Abdurrab. Pekanbaru, 4(1), 20-31.

Hasibuan, M. H. M. (2019). Pengaruh Cara dan Lama Perawatan Terhadap Kuat Tekan Beton. Buletin Utama Teknik. Fakultas Teknik UISU Medan, 14(2), 149-154.

Husna, H. (2016). Analisa Perencanaan Beton Mutu Tinggi (High Strength Concrete) dengan Semen Holcim. Jurnal Rab Construction Research (RACIC)- Universitas Abdurrab Pekanbaru, 1(2), 134-144.

Nadia & Fauzi, A. (2011). Pengaruh Kadar Silika Pada Agregat Halus Campuran Beton Terhadap Peningkatan Kuat Tekan. Jurnal Konstruksia, 3(1), 35-43.

Nugraha, P., & Antoni,A. (2010). Teknologi Beton dari Material, Pembuatan, ke Beton Kinerja Tinggi. Yogyakarta: Penerbit ANDI

Prayuda, H., & Pujianto, A. (2018). Analisis Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Dengan Bahan Tambah Superplastisizer dan Limbah Las Karbit. Jurnal Rekayasa Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 12(1), 32-38.

SNI 03-1737-1989. (1990). Tata Cara Pelaksanaan Lapis Aspal Beton (Laston) Untuk Jalan Raya. Badan Standarisasi Nasional.SNI 03-1974. (2011). Cara Perhitungan Kuat Tekan Beton Silinder. Badan Standarisasi Nasional.

SNI 03-1974-1990. (1990). Metode Pengujian Kuat Tekan Beton. Badan Standarisasi Nasional.

SNI 03-2847-2002. (2002). Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Badan Standarisasi Nasional Bandung.

Harjo, R. (2010). Kuat Tekan dan Porositas Beton Mutu Tinggi dengan Metode Perawatan Steam Curing dan Konvensional. Tugas Akhir. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang.

Romadhoni, N. (2016). Analisis Variasi Metode Perawatan pada High Volume Fly Ash Concrete Mutu Tinggi Terhadap Sifat Mekanisnya. Tugas Akhir. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Rommel, E. (2011). Pengaruh Pemberian Perawatan Steam Curing Terhadap Kekuatan dan Durabilitas Beton dengan Semen Pozzolan. Jurnal Media Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang, 9(2), 142-154.

Pazlan, C., Aulia, T. B., & Hasibuan, P. (2019). Pengaruh Substitusi Aditif dan Agregat terhadap Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi yang Direndam pada Air Asin. Journal of The Civil Engineering Student Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, 1(3), 57-63.

Supriani, F., & Islam, M. 2017). Pengaruh Metode Perlakuan dalam Perawatan Beton Terhadap Kuat Tekan dan Durabilitas Beton. Jurnal Inersia Universitas Bengkulu, 9(2), 47-54.

Published
2021-06-28
How to Cite
Basri, D., Tisnawan, R., & Pribadi, W. (2021). ANALISA PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON FC-20,75 DENGAN DIRAWAT (CURING) DAN TIDAK DIRAWAT. JURNAL RIVET, 1(01), 32-39. Retrieved from https://jurnal.unidha.ac.id/index.php/RIVT/article/view/233
Section
Articles