Pengaruh Dukungan Teman Sebaya Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kematangan Karir Studi Kasus Mahasiswa Universitas Dharma Andalas

Main Article Content

Febri Dani
Lasti Yossi Hastini
Lucy Chairoel
Mellyna Eka Yan Fitri

Abstract

Career maturity is an individual's readiness to make career decisions supported by strong information about the job, based on the exploration that has been done. One of the factors that influence career maturity is peer support and emotional intelligence. This study wanted to determine the effect of peer support and emotional intelligence on the career maturity of Dharma Andalas University students. The population was 2.266 students and the respondents were 301 students using proportionate stratified random sampling technique. By using multiple linear regression analysis, it is found that there is an influence of peer support and emotional intelligence on career maturity either partially or simultaneously. From the results of the coefficient of determination, namely the Adjusted R Square value, it is found that about 28.3 percent of peer support and emotional intelligence can explain career maturity while the remaining 72.7 percent is influenced by other factors not examined in this study


 


Abstrak


Kematangan karir merupakan kesiapan individu untuk membuat keputusan karir dengan didukung oleh informasi yang kuat mengenai pekerjaan, berdasarkan eksplorasi yang telah dilakukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kematangan karier adalah dukungan teman sebaya dan kecerdasan emosional. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh dukungan teman sebaya dan kecerdasan emosional terhadap kematangan karir mahasiswa Universitas Dharma Andalas. Populasi sebanyak 2.266 mahasiswa dan yang menjadi responden sebanyak 301 mahasiswa dengan teknik sampling proportionate stratifed random sampling. Dengan menggunakan analsis regresi linear berganda diperoleh bahwa adanya pengaruh dukungan teman sebaya dan kecerdasan emosional terhadap kematangan karir baik secara parsial maupun simultan. Dari hasil koefisien determinasi yaitu dengan nilai Adjusted R Square diperoleh bahwa sekitar 28,3 persen dukungan teman sebaya dan kecerdasan emosional dapat menjelaskan kematangan karir sedangkan sisanya 72,7 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

Article Details

Section
Articles

References

Anggriana. (2016). Hubungan Locus Of Control Dan Persepsi Peran Jenis Kelamin Dengan Keputusan Pemilihan Karier Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Semarang.
Azwar, S. (2004). Reabilitas Dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Brown, C., R, G. C., & L, S. M. (2003). The Role Of Emotional Intelligence In The Career Commitmend And Decision Making Process. Career Assessment, 11(4).
Carmeli, A. (2003). The Relationship Between Emotional Intelligence And Work Attitudes Behavior And. Journal Of Managerial Psychology, 18(8), 788–813.
Chaplin, J. P. (2004). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT RajaGrafindo.
Coertse, S., & M, S. J. (1998). Same Personality And Cognitive Correlates Of Career Maturity. Journal Of Industrial Psychology, 30(2).
Cooper, R, D., & Schindler. (2014). Bussines Research Methods. New York.
Difabio, A., & E, K. M. (2011). Promoting Emotional Intelligence And Career Decision Making Among Italian High School. Career Assessment.
Djamarah, S. B. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Faulkner, A., A, H., S, T., M, N., J, W., J, C., … S, S. M. (2013). Mental Healt Peer In England Piecing Together The Jigsaw.
Ghozali, I. (2009). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: UNDIP.
Ghozali, I. (2015). Partial Least Squares Konsep, Teknik dan Aplikasi menggunakan Program SmartPLS 3.0. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Goleman. (2017). Emotional Intelligence Mengapa El Lebih Penting Dari Pada Iq. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Gonzalez, & M, A. (2008). Hubungan Pola Asuh OrangTua Dengan Pemilihan Karir Siswa Alibki. Researching Educational Psychology, 6(16).
Hendayani, N., & Abdullah, S. M. (2018). Dukungan Teman Sebaya Dan Kematangan Karier Mahasiswa Tingkat Akhir. Ilmiah Psikologi Terapan, 6(1), 28–40.
Henriyani, R., Chusna, K., & Atmaja, B. (2017). Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta.
Ingarianti, T. (2009). Hubungan Antara Adversity Quotient Denan Kematangan Karir Pada Remaja (Laporan Pe). UMM Malang.
Jogianto. (2009). Konsep dan Aplikasi PLS (Partial Least Square) Untuk Penelitian Empiris. Yogyakarta: BPFE-YOGYAKARTA.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2017).
Lal, K. (2014). Career Maturity Relation To Level Of Aspiration In Adolescents American Internasional. Research In Humanities,Arts And Social Sciences, 14, 113–118.
Muntamah. (2016). Hubungan Antara Kelekatan Terhadap Teman Sebaya Dengan Kematangan Karir Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 1 Tucuk Klaten. Wmpati.
Mustikaningrum, L., & Desiningrum, D. R. (2017). Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Kematangan Karir Pada Siswa Kelas XI SMK Negeri 2 Demak. Empati.
Patton, W., & McMahon, M. (2006). The Systems Theory Framework Of Career Development And Counseling: Connecting Theory And Practice. International Journal For The Advancement Of Counselling.
Pratama, D. A., Pali, M., & Nurcahyo, F. A. (2012). Pengaruh Kepribadian Berdasarkan The Big Five Personality Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Hotel. Gema Aktualiti, 1(1), 57–67.
Putro, N. K. (2018). Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dengan Kematangan Karir Pada Mahasiswa.
R, K. J. J. Y. J., & M, G. (2017). A Longitudinal Study Of Career Maturity Of Korean Adolescents. Asia Pasific Education.
Salami, O. S. (2018). Gender ,Identity,Status And Career Maturity Of Adolescents In Southwest Nigeria. Social Sciences.
Saputra, A. J. (2018). Pengaruh Minat Motivasi Pelatihan Profesional Gender Lingkungan Pekerjaan Terhadap Pemiliha Karir Akuntan JAD. Riset Akuntansi, 1(2).
Sarafino, E. P. (2007). Health Psychology Biopsychosocial Intercation. New York.
Sasmita, I., & M, R. I. (2015). Peran Efikasi Diri Dan Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Penyesuaian Diri Mahasiswa Tahun Pertama Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Psikologi Udayana, 2(2).
Seligman. (1994). Developmental Career Counseling And Assesment. California: Sage Publication.
Sharf, R. S. (1992). Applying Career Development Theory. Thomson Book.
Sobel. (1982). Reabilitas Dan Validitas. Jakarta.
Soedarso, S. W. (2015). Manajemen Sumberdaya Manusia. Bandung: Manggu Media.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif ,Kualitatif dan R&D.
Sukardi, D. K. (1987). Bimbingan Karier Di Sekolah Sekolah. Jakarta: Graha Indonesia.
Sumarni, Murti, Wahyuni, S. (2006). Metodologi Penlitian Bisnis. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Tarakanita, I. (2001). Hubungan Status Identitas Etnik Dengan Konsep Diri Mahasiswa. Psikologi, 7(1), 1–14.
Umar, H. (2013). Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. jakarta: PT RajaGrafindo.
W.Lounsbury, J., Hutchens, T., & Loveland, J. M. (2014). An Investigation of Big Five Personality Traits and Career Decidedness Among Early and Middle Adolescents. Career Assessment, (May). https://doi.org/10.1177/1069072704270272.
Winkel, W. S., & S, H. (2006). Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.
Yunitri, K., & Jatmika, D. (2015). Tipe Kepribadian Ocean Dengan Career Decision Self Efficacy Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Di Jakarta. Ilmiah Psikologi Terapan, 3(2), 401–415.
Yusuf, A. M. (2014). Metode Penelitian Kuntitatif ,Kualitatif Dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.
Zulkaida, A. (2017). Pengaruh Locus Of Control Dan Efikasi Diri Terhadap Kematangan Karir Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Psikologi.
Zunker, V. G. (2017). Career Conseling. Company