Ketetapan Jumlah Petugas Filing Dengan Ketepatan Penyimpanan Rekam Medis Di Rumah Sakit X Padang

Main Article Content

Selvi Zola Fenia
Yeki Candra

Abstract

Perkembangan jumlah institusi pelayanan kesehatan khususnya rumah sakit akan membuat persaingan semakin ketat. Jumlah karyawan dapat berpengaruh terhadap pengarsipan di rumah sakit. Hal tersebut diakibatkan adanya kesalahan dalam penyimpanan rekam medis oleh petugas filing. Petugas filing memiliki latar belakang kualifikasi yang berbeda dan tidak semua sesuai dengan standar kompetensi perekam medis dan informasi kesehatan dan dapat mengakibatkan adanya kesalahan dalam penyimpanan rekam medis. Tujuan dari penulisan ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kualifikasi petugas filing dengan ketepatan penyimpanan rekam medis pada Rumah Sakit X Padang. Metode penulisan ini menggunakan rancangan survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi subjek penelitian adalah seluruh petugas filing yaitu 5 orang dan populasi objeknya adalah rekam medis. Pengambilan sampel dengan metode quota sampling, dengan sampel objek sebanyak 15 rekam medis setiap petugas

Article Details

Section
Articles

References

Hasibuan, Malayu. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Jakarta : PT Bumi Aksara.
Huffman, Edna K. 1994. Health Information Management, Tenth Edition. Berweyn: Illinois Physicians Record Company
Huffman. 2013. Health Information Management Huffman’s. Diadaptasi Oleh Erkadius dalam diktat perkuliahan Manajemen Informasi Kesehatan II.Apikes Iris: Padang.
Irmawati, Wenny. 2010. Penyelesaian Masalah Duplikasi Nomor Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Wates.
Konsil Kedokteran Indonesia. 2006. Himpunan Peraturan Tentang Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia. Jakarta: Konsil Kedokteran Indonesia.
MenKes. 2008. PERMENKES RI No. 269/MENKES/PER/III/2008 Tentang Rekam Medis. Jakarta.
Muldiana, Ikka. 2016. Analisis Faktor- Faktor mempengaruhi Duplikasi Penomoran Rekam Medis di Rumah Sakit Atma Jaya. Jakarta.
Nifiatu, Upin. 2016. Tinjauan Ketepatan waktu pengambilan berkas rekam medis. Yogyakarta. Rekam medis dan informasi kesehatan (d-3) sekolah tinggi ilmu kesehatan jenderal achmad yani.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Rahmadhani, I.S., dkk. 2008. Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Inap Dalam Batas Waktu Pelengkapan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta.Jurnal Kesehatan. Vol. II, No. 3.
Republik Inonesia. 2013. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 55 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perekam Medis.
Roza, Afni. 2015. Laporan praktek lapangan III dan IV RSUD dr. Rasidin padang. Padang.
Rustiyanto, Ery. 2010. Statistik Rumah Sakit untuk Pengambilan Keputusan. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Setiowati, Dina Wijaya. 2011. Tinjauan Duplikasi Nomor Rekam Medis Paien Rawat Jalan di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta. Periode Tahun 2011.
Wahyunita. 2011. Tinjauan Kelengkapan Pengisian Formulir Pemeriksaan Dan Laporan Psikiatrik Rawat Inap Di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum Tahun 2011.Karya Tulis Ilmiah.Banjarbaru: Stikes Husada Borneo
Wirnani. 2012. Analisis Faktor Faktor Penyebab Terjadinya Duplikasi Nomor Rekam Medis di Bagian Pendaftaran Rawat Jalan Rs Telogorejo. Periode Tahun 2010