Disparitas Pendapatan dan Pengembangan Ekonomi Lokal di Kota Surabaya

Main Article Content

Nurullaili Mauliddah

Abstract

ABSTRACT


The purpose of this study is to explain and find out whether local economic development in the city of Surabaya has been going well and have an impact on decreasing disparity between sub-districts in Surabaya. The research method used is quantitative descriptive with SWOT analysis and Williamson Index (IW). The instrument used in obtaining primary data was a questionnaire distributed to MSMEs under the guidance of the Surabaya City Government by sampling using Proportional Stratified Random Sampling. The results of the study illustrate the potential for the local economy to have been developed and facilitated by the government in the form of training, access to capital, facilitation of business legality, etc. However, the disparity between sub-districts is still relatively high with the calculation of the average Williamson Index of 0.5 in the period 2014-2018. Therefore, government intervention is still very much needed in developing the local economic potential of Surabaya City


ABSTRAK


Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan dan mengetahui apakah pengembangan ekonomi lokal di Kota Surabaya telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak terhadap penurunan disparitas antar wilayah kecamatan di Kota Surabaya. metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan alat analisis SWOT dan perhitungan Indeks Williamson (IW). Instrumen yang digunakan dalam menggali data primer adalah kuesioner yang disebar kepada pelaku UMKM binaan Pemerintah Kota Surabaya dengan pengambilan sampel menggunakan tehnik Proportional Stratified Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan potensi ekonomi lokal telah dikembangkan dan difaslitasi oleh pemerintah baik dalam bentuk pelatihan, akses modal, fasilitasi legalitas usaha dsb. Namun demikian, disparitas antar wilayah kecamatan masih tergolong tinggi dengan hasil perhitungan Indeks Williamson rata-rata dalam kurun waktu tahun 2014-2018 sebesar 0,5. Oleh karena itu, intervensi pemerintah masih sangat dibutuhkan dalam pengembangan potensi ekonomi lokal Kota Surabaya.


 

Article Details

Section
Articles