Implikasi Ambang Batas Terhadap Eksistensi Partai Politik Pada Pemilihan Umum dalam Membangun Kehidupan Demokrasi Pasca Perubahan UUD NRI Tahun 1945

  • Cynthia Hadita Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Keywords: Thresholds, Implications, Political Parties, Ambang Batas, Implikasi, Partai Politik

Abstract

The glaring weakness of mass-oriented political parties is the lack of intensive and effective party work. Throughout the year most party offices have almost no meaningful agenda of activities. This is characterized by the absence of a party work plan that is long-term, medium-term and short-term. A political party should be an organized group whose members share the same orientation, values, and ideals, and who share the same vision, mission, program and purpose of gaining political power and through political power fighting for the interests of the people.  As a result, political parties do not have a clear program in conducting political education to the community, articulation and aggregation of interests, have not been able to build political socialization and political communication to bridge the people with the government. The research method used is normative juridical. The results showed that there are implications for the threshold and existence of political parties that will be difficult to develop and political parties that do not pass the threshold but whose legislative candidates have met the vote also cannot sit in the DPR/DPRD seats thus hurting the democratic system.

Abstrak 

Kelemahan yang mencolok partai politik yang berorientasi pada massa adalah kurang intensif dan efektifnya kerja partai. Sepanjang tahun sebagian besar kantor partai hampir tidak memiliki agenda kegiatan yang berarti. Hal ini ditandai dengan tidak dimilikinya rencana kerja partai yang bersifat jangka panjang, menegah dan jangka pendek. Partai politik semestinya merupakan suatu kelompok terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, serta cita-cita yang sama, dan yang mempunyai visi, misi, program dan tujuan untuk memperoleh kekuasaan politik dan melalui kekuasaan politik itu memperjuangkan kepentingan rakyat.  Sebagai akibatnya, partai politik tidak memiliki program yang jelas dalam melakukan pendidikan politik kepada masyarakat, melakukan artikulasi dan agregasi kepentingan,  belum dapat  membangun sosialisasi politik dan komunikasi politik untuk menjembatani rakyat dengan pemerintah. Metode penelitian yang digunakan yaitu yuridis normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada implikasi terhadap ambang batas dan eksistensi partai politik yang akan sulit berkembang dan partai politik yang tidak lolos ambang batas tetapi calon legislatifnya telah memenuhi suara juga tidak dapat duduk di kursi DPR/DPRD sehingga mencederai sistem demokrasi


Published
2022-07-26